Sunday, January 15, 2012

Les Privat TK dan SD


LES PRIVAT TK DAN SD

MENERIMA PANGGILAN LES PRIVAT
UNTUK TK DAN SD
HUBUNGI:
08568029353
LOKASI DI BANDUNG

Monday, January 9, 2012

Ragi


RAGI

Dalam kehidupan orang Ibrani, ragi memainkan peranan penting, tidak hanya dalam pembuatan roti, tapi juga di bidang hukum, upacara dan agama. Ragi dibuat dari dedak halus putih diremas dengan bibit ragi, tepung tumbuhan seperti kacang polong, atau dari jelai dicampur air yang tinggal diam hingga menjadi asam. Karena cara membuat roti semakin maju, ragi dibuat dari tepung roti diremas tanpa garam, disimpan sampai timbul peragian.
a.     Dalam pembuatan roti
Dalam pembuatan roti, ragi mungkin segumpal adonan terambil dari adonan terdahulu, dibiarkan beragi menjadi asam. Ini larut dalam air di tempat meremas sebelum tepung gandum dimasukkan atau dicampur dengan tepung (Matius 13:33) dan diremas bersamanya. Roti yang dibuat dengan cara itu disebut roti beragi, dibedakan dari roti tidak beragi (Matius 13:13). Tidak jelas apakah ragi jenis lain dipakai, walaupun sering dikatakan bahwa orang Yahudi menggunakan endapan anggur sebagai ragi.
b.     Dalam hukum dan upacara agama
Peraturan Musa (Keluaran 23:18; 34:25) melarang ragi selama Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi (Keluaran 23:15; Matius 26:17). Roti tidak beragi dimaksudkan untuk mengingat bangsa Israel yang terburu buru keluar dari Mesir, tidak ada cukup waktu membuat roti beragi biasa. Roti tidak beragi mengingatkan pula kepada bangsa Israel akan keadaan tertindas ketika masih dalam perbudakan, khususnya perlawanan Firaun terhadap rencana Israel untuk untuk pergi sehingga menjadikan mereka harus mengadakan persiapan yang cepat.
c.      Dalam ajaran Perjanjian Baru
Dalam Perjanjian Baru, ragi dipakai dengan arti kiasan yang mencerminkan pendapat lama tentang busuk dan menimbulkan kebusukan. Yesus memperingatkan murid mengenai ragi orang Farisi, Saduki, dan Herodes (Matius 16:6; Markus 8:15). Maksud-Nya, kemunafikan Farisi dan pemahaman yang lahiriah (Matius 23:14, 16; Lukas 12:1), skeptisisme dan ketidaktahuan Saduki (Matius 22:23, 29), kebencian dan tipu daya politik Herodes (Matius 22:16 21; Markus 3:6).

Sunday, January 8, 2012

Michael W. Smith - The Heart of Worship

Verse 1:
When the music fades
All is stripped away
And I simply come
Longing just to bring
Something that's of worth
That will bless Your heart

Bridge:
I'll bring You more than a song
For a song in itself
Is not what You have required
You search much deeper within
Through the way things appear
You're looking into my heart

Chorus:
I'm coming back to the heart of worship
And it's all about You,
It's all about You, Jesus
I'm sorry, Lord, for the thing I've made it
When it's all about You,
It's all about You, Jesus

Verse 2:
King of endless worth
No one could express
How much You deserve
Though I'm weak and poor
All I have is Yours
Every single breath

Bridge:
I'll bring You more than a song
For a song in itself
Is not what You have required
You search much deeper within
Through the way things appear
You're looking into my heart

Chorus:
I'm coming back to the heart of worship
And it's all about You,
It's all about You, Jesus
I'm sorry, Lord, for the thing I've made it
And it's all about You,
It's all about You, Jesus

Chorus:
I'm coming back to the heart of worship,
And it's all about You,
It's all about You, Jesus
I'm sorry, Lord, for the thing I've made it
When it's all about You,
It's all about You, Jesus

Sebuah Kisah Inspiratif


Ada seorang pria muda yang sedang putus asa. Merasa tak ada lagi jalan keluar. Ia akhirnya memutuskan berdoa kepada Tuhan, Tuhan, aku tidak bisa melakukannya ujarnya. Aku terlalu berat menanggung salib ini.
Tuhan menjawab, Anakku, jika kamu tidak dapat menanggung berat benda itu, turunkan saja out di ruangan ini. Kemudian, bukalah pintu yang lain dan pilih salib apapun yang kamu inginkan.
Mendengar itu, pria tersebut tersenyum bahagia. Terima kasi, Tuhan katanya. Ia pun menghela nafas panjang dan melakukan seperti apa yang diperintahkan.
Saat melihat ke sekeliling ruangan, ia melihat banyak salib yang berbeda. Beberapa puncaknya begitu besar sehingga tidak terlihat. Kemudian, ia melihat sebuah salib kecil bersandar di dinding yang jauh. Aku ingin yang satu itu, Tuhan  katanya dengan sedikit berbisik.
Dan Tuhan kembali menjawab, Anakku, ambillah salib itu. Namun, Aku ingin mengatakan kepadamu, bahwa sebenarnya salib itu adalah salib yang sama seperti yang tadi kamu letakkan. Hanya saja selama ini kamu tidak menyadarinya.
Mendengar perkataan Tuhan tersebut, anak muda itu menangis dan bertobat dari segala kekeliruan yang telah ia perbuat.
Banyak dari antara kita yang mengira Tuhan menaruhkan salib yang begitu berat, yang tak mungkin dapat dipikul oleh anak-anaknya. Namun sebaliknya, salib yang Dia berikan adalah salib yang ringan dan mengenakkan.



Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab, Allah setia dank karena itu, Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya 1 Korintus 10:13